Minggu, 02 Januari 2011

Para saksi di akhirat

Al-Qur'an yang mulia menjelaskan bahwa kesaksian yang diberikan oleh para pendosa dalam pengadilan ilahi akan benar-benar unik sifatnya, yang pasti tidak sama dengan prosedur pengadilan dunia.

Ayat-ayat Al-Qur'an yang berbicara mengenai pemberian kesaksian pada hari kebangkitan kembali menyatakan bahwa tangan, kaki dan bahkan kulit para pendosa akan mengungkapkan dosa-dosa tersembunyi yang mereka lakukan selama kehidupan mereka dan yang sebelumnya tidak diketahui oleh semua orang kecuali Tuhan; pendosa tersebut akan menampakkan, kecemasan dan ketakutan mereka. Animasi mengenai saksi-saksi dan kesaksian yang mereka berikan mengenai kejadian-kejadian yang telah terjadi di dunia tersebut menunjukkan bahwa seluruh perbuatan yang kita lakukan tercatat, baik di dunia luar maupun di dalam berbagai organ dan anggota tubuh kita.

Bila kondisi dunia ini digantikan oleh kondisi akhirat, pada hari ketika, sebagaimana dinyatakan dalam Al-Qur'an, Rahasia-rahasia akan di-ungkap dan tidak satu pun orang yang akan bisa menutup sesuatu atau mencari pertolongan dari orang lain. (QS. ath-Thariq: 9-10), seluruh perbuatan yang telah tercatat tersebut akan dibuka dan mulai memberikan kesaksian.

A. Kesaksian Para Malaikat
Allah mengutus dua malaikat untuk mencatat semua amal manusia, baik amal baik maupun amal buruk. Amal baik dicatat oleh Malaikat Raqib, sedangkan amal buruk dicatat oleh Malaikat Atid. Tidak ada satupun amal yang terlewat oleh malaikat. Tidak ada yang bisa disembunyikan dari malaikat. Sebab, segala tingkah laku manusia senantiasa di awasi dan di catat setiap saat. Mereka memiliki beberapa sifat yang menjadikannya terpercaya untuk dijadikan saksi pada hari kiamat. diantaranya yaitu:

· Malaikat Raqib dan Atid adalah makhluk Allah yang bertugas mencatat amal manusia. Untuk melaksanakan tugasnya, kedua malaikat tersebut dikaruniai keahlian yang sempurna, alat pencatat dengan akurasi tinggi, serta data base yang tidak akan habis.

· Mereka merupakan makhluk yang paling mulia dan sama sekali tidak mempunyai potensi berbuat maksiat. Mereka diciptkan hanya untuk mengabdi kepada Allah Swt.

· Mereka mengetahui segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia, meskipun amal sekecil apapun, yang bersifat samar, tersembunyi atau nyata.

Allah Ta’ala berfirman,

“Dan datanglah tiap-tiap hari, bersama dengannya satu malaikat penggiring dan satu malaikat penyaksi. Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, Kami singkapkan darimu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam. Dan yang menyertainya berkata, ‘Inilah (catatan amalnya) yang tersedia pada sisiku’.” (Qaaf; 21-23)

Ibnu Katsir Rahimahullah berkata, “Malaikat yang dimaksud ialah malaikat yang menggiring orang ke padang Mahsyar dan malaikat yang memberi kesaksian atas seluruh perbuatannya.”

Seseorang tidak pernah membayangkan kondisi itu akan terjadi pada dirinya. Ia tidak ingat padanya. Ketika itulah, saksi mulai bersaksi. Dialah qarin yang selalu menyertainya sepanjang hidupnya guna mencatat apa saja yang ia ucapkan dan kerjakan, tanpa ia sadari dan dengan pencatatan cermat. Qarin itu mulai bersaksi di depan Allah Ta’ala, “Inilah (catatan amalnya) yang tersedia pada sisiku.”

Mujahid berkata, “Itu perkataan malaikat yang menyeret orang ke padang Mahsyar. Malaikat itu berkata, ‘Orang inilah yang dulu selalu aku sertai sesuai dengan perintah-Mu. Sekarang, aku bawa dia ke hadapan-Mu’.”

Para maikat tidak mungkin berbohong. Pada ayat di atas, kita lihat salah satu dari mereka memaparkan kesaksiannya di depan Sang Pencipta, tentang manusia yang melupakan akhirat, di mana di dalamnya banyak sekali saksi dari berbagai kalangan dan ia tidak dapat membohongi satu pun dari mereka

B. Kesaksian Para Nabi dan Rasul

Para nabi dan Raul merupakan duta Allah di dunia yang bertugas menyampaikan wahyu kepada umatnya. Selain itu, mereka juga akan menjadi saksi atas amal manusia. Sebab, mereka lebih mengetahui keadaan umatnya. Mereka akan memberikan kesaksian mengenai siapa saja yang menerima wahyu dari Allah ataupun mengingkarinya.Para rasulakan memberikan kesaksian tentang pengakuan umatnya terhadap penyampaian dakwah.

Pada hari kesaksian itu, semua rasul akan bersaksi atas umatnya masing-masing, termasuk Nabi Isa As. Ia bersaksi bahwa ia tidak pernah mengaku sebagai Tuhan. Dengan demikian, amatlah sesat yang dilakukan oleh kaum Nasrani, yang menjadikan Nabi Isa sebagai Tuhan mereka.

QS. An-Nahl [16] : ayat 89. (Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri


D. Kesaksian Umat Muhammad Saw.
Pada saat bumi diganti dengan bumi lain, langit ditukar dengan langit lain, seluruh standar dunia tidak berlaku lagi, hanya norma akhirat yang berlaku untuk memutuskan masalah, rasulullah Shallallahu Alaihis wa Sallam menjadi saksi atas para pendusta dan pelaku maksiat dari umat beliau, maka Allah Ta’ala berfirman,

“Maka bagaimana apabila kami mendatangkan saksi (rasul) dari tiap-tiap ummat dan Kami mendatangkanmu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka. Di hari itu, orang-orang kafir dan orang-orang yang mendurhakai rasul, ingin disamaratakan dengan tanah dan mereka tidak dapat menyembunyikan dari Allah sesuatu kejadian pun.” (An-Nisa’: 41-42).

Sayyid Quthb Rahimahullah berkata, “Ketika itu, pemandangan terlihat suram. Ada dataran sangat luas, semua umat manusia ada di sana, dan setiap umat punya saksi yang memberi kesaksian atas sepak terjang mereka. Orang-orang kafir yang sombong, pelit, menyembunyikan nikmat Allah, berbuat riya’, dan tidak mengharapkan keridhaan Allah itu kita lihat―melalui redaksi ayat―berdiri di atas dataran itu dan Rasulullah Shallallahu Alaihis wa Sallam bersiap-siap memberikan kesaksian. Mereka, dengan apa saja yang mereka rahasiakan dan perlihatkan, berada di depan Sang Pencipta yang dulu mereka sembunyikan dan pelit tidak mau memberikan apa yang dianugerahkan Allah kepada mereka. Ya, mereka berada di hari akhir yang dulu tidak mereka imani, guna berhadapan langsung dengan Rasulullah Shallallahu Alaihis wa Sallam yang dulu tidak mereka taati. Apa yang terjadi? Itu jelas penghinaan, pelcehan, malu, dan penyesalan, plus pengakuan yang tidak ada gunanya lagi.”

Saat itu, gerombolan pelaku maksiat; para pelaku praktek riba’, orang-orang yang cuek tidak bereaksi ketika melihat kemungkaran, wanita-wanita pengumbar aurat, orang-orang dzalim, orang-orang arogan, para pelaku bisnis prostitusi, para provokator, pelaku ghibah, orang-orang musyrik, para pelaku maksiat dan orang-orang kafir lainnya; semuanya berharap ditelan bumi dan rata dengan tanah. Bahkan, mereka berharap menjadi tanah saja yang tidak bernilai dan diinjak-injak kaki, seperti pernah mereka injak-injak dengan arogan, menginjak-injak leher manusia, dan memperbudak mereka, padahal mereka dilahirkan ibu mereka sebagai orang-orang merdeka. Mereka mengharap itu semua dan berharap tidak berdiri di pemandangan menakutkan itu, di depan Rasulullah Shallalahu Alaihis wa Sallam yang memberi kesaksian atas seluruh kemaksiatan mereka.


Pada hari kiamat, umat Rasululah akan diseru diantara 70 umat, supaya mereka menjadi saksi asat semua umat. Umat ini di anggap lebih istimewa dibandingkan umat lainnya. Beberapa faktor yang menjadikan hal itu adalah sebagai berikut:

· Umat Muhammad Saw. adalah umat pilihan, sebagaimana yang dijelaskan dalam QS. al-Wasath, yang berarti pilihan, umat pilihan. Mereka telah dipilih Allah untuk bersaksi atas amal manusia.

· Umat Muhammad Saw. adalah umat pertengahan, umat ini harus bisa memposisikan diri sebagai umat penyeimbang diantara umat lainnya, serta menyeimbangkan urusan duniawi dan ukhrawi.

· Umat Muhammad Saw. adalah umat yang adil, jika mereka senantiasa menempuh jalan yang lurus, mereka akan menjadi umat yang adil.

· Umat Muhammad Saw. adalah umat yang kemurnian agamanya selalu terjaga dengan baik. Sebagaimana Allah menjaga kemurnial Al-Qur'an, yang istiqomah gingga hari kiamat.

D. Kesaksian Jin dan Manusia

Di depan kesaksian bertubi-tubi ini, para pelaku kemaksiatan dari kalangan jin dan manusia tidak dapat apa-apa, selain mengaku ketika ditanya Tuhan mereka,

“Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepada kalian rasul-rasul dari golongan kalian sendiri, yang menyampaikan kepada kalian ayat-ayat-Ku dan memberi peringatan kepada kalian tentang pertemuan kalian dengan hari ini? Mereka berkata, ‘Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri,’ kehidupan dunia menipu mereka dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri bahwa mereka orang-orang kafir.” (Al-An’am: 130).

Itu kesaksian umum para pelaku kemaksiatan dari jin dan manusia bahwa mereka betul-betul sesat dan penyebab kesesatan mereka ialah tertipu oleh hiasan dunia, tidak tahu hakikat dan kefanaanya

E. Kesaksian Anggota Tubuh

Semua tubuh akan bersaksi atas amal kita di dunia. Mata akan bersaksi atas apa yang dilihatnya, telinga akan bersaksi atas apa yang telah didengarnya, dan lain sebagainya.

1. Manusia adalah mahkluk Allah yang sering kali membantah Perintah-Nya. Manusia dapat berbohong dan membantah saat bersaksi. Akan tetapi, anggota tubuh tidak bisa mengingkari berbagai hal yang telah dilakukannya.

2. Kesaksian anggota tubuh dapat menyangkal semua alasan yang diungkapkan oleh mulut. Ketika di akhirat, orang-orang kafir dan munafik mengingkari segala perbuatan yang pernah mereka lakukan di dunia.

3. Kesaksian anggota tubuh lebih terbukti benar daripada kesaksian lainnya. Saat hari perhitungan, mulut tidak bisa bersaksi karena telah dikunci oleh Allah.

Ketika hari perhitungan, mulut kita benar-benar terkunci, sedangkan tangan dan kaki akan bersaksi atas amal yang pernak kita lakukan. Tangan menceritakan segala sesuatu yang pernah dibuatnya. Sementar itu, kaki bercerita tentang berbagai tempat yang telah dikunjunginya.

Allah menjadikan mulut sebagai pembicara dan kaki sebagai saksinya. Hal ini dikarenakan semua perbuatan disandarkan pada tangan. Lidah juga bisa menjadi saksi. Sebenarnya, ketika perhitungan amal, mulut akan dikunci. Mengunci mulut tidak berarti mencegah bicara, tapi hanya menguncinya agar tidak berbicara menurut kehendaknya. Intinya, mulut tetap diperkenankan bersaksi aas segala sesuatu yang pernah dijalakninya

Hari di mana seluruh musuh Tuhan akan digiring ke neraka, karena selanjutnya mereka akan berada di tempat yang di-tentukan bagi mereka, telinga, mata dan kulit pada tubuh mereka akan bersaksi atas dosa-dosa yang telah mereka lakukan. Mereka akan memandang anggota tubuh mereka dengan heran, dan berkata, "Bagaimana kamu bersaksi atas perbuatan-perbuatan kami?" Mereka akan menjawab, "Tuhan yang telah memberikan kemampuan berbicara kepa-da seluruh makhluk telah membuat kami bisa bicara. Dia yang telah menciptakan kamu pada awalnya, dan sekarang Dia membawamu kembali kepada-Nya. Kamu menyembunyi-kan perbuatan-perbuatan jahatmu bukan karena telinga, mata dan kulitmu tidak akan memberikan kesaksian pada hari ini, tetapi karena kamu membayangkan Tuhan tidak akan mengetahui apa yang kamu sembunyikan dari orang lain. Asumsi yang tidak berdasar inilah yang akan menyebabkan penderitaanmu, karena hari ini kamu berada pada barisan orang-orang yang merugi. (QS. Fushshilat: 19-23)

Ayat ini menekankan bahwa manusia tidak mampu, di peristirahatan terakhirnya, menutupi dosa-dosa yang telah dia lakukan dengan anggota tubuhnya. Ini bukan karena dia meremehkan tubuhnya, yang akhiraya berubah menjadi alat untuk merekam perbuatan-perbuatannya, tetapi karena dia membayangkan bahwa hal-hal itu secara esensial adalah otonom, dan bahwasanya banyak yang telah dia lakukan berada di luar jangkauan pengetahuan Tuhan. Ketidaksadaran akan fakta bahwa tidak ada makhluk yang tersembunyi dari Tuhan inilah yang melemparkan manusia ke dalam lobang kepedihan abadi.

Tak jarang manusia menyembunyikan niat dan semua kejahatan dari Allah swt dan mengira Allah swt, tidak mengetahuinya. Akan tetapi, manusia tidak dapat menyembunyikannya dari pendengaran, penglihatan, dan kulit-kulit mereka sendiri.

Organ-organ tersebut akan membeberkan semua yang telah dikira oleh manusia dapat ditutupi dari Allah swt, Tuhan penguasa semesta alam. Sesungguhnya Dia adalah Allah swt, yang ditaati oleh anggota tubuh manusia dan mereka memenuhi panggilan-Nya.

Berbahagialah manusia yang selelau mengingat akherat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar